Selasa, 11 Mei 2010

Strategi Bersaing Dalam Kewirausahaan

Kompetensi Inti dan Strategi Bersaing dalam Kewirausahaan

A.Pendahuluan
Tidak dapat disangkal lagi bahwa kesinambungan hidup perusahaan sangat bergantung pada ketahanan wirausaha dalam meraih keunggulan dalam bersaing melalui strategi yang dimilikinya. Strategi perusahaan adalah cara-cara perusahaan menciptakan nilai melalui konfigurasi dan koordinasi aktivitas multipemasaran. Teori ekonomi mikro dari mazhab Austria, dikemukakan bahwa perusahaan bisa memperoleh keuntungan apabila memiliki keunggulan yang unik untuk menghindari persaingan sempurna.
Dalam mata kuliah kewirausahaan, mahasiwa dituntut untuk mengerti dan memahami perkembangan stategi kewirausahaan dalam konteks persaingan. Mahasiswa juga dituntut untuk bisa menjelaskan strategi generik dan keunggulan bersaing dalam kewirausahaan dan juga bisa menjelaskan konsep 7’-S” dalam memasuki persaingan. Semua ini dimaksudkan apabila mahasiswa telah mempunyai suatu bidang usaha, mereka mampu mengembangkan dan mempertahankan usaha mereka tersebut.

B.Kompetensi Inti Kewirausahaan
Dalam manajemen perusahaan modern seperti sekarang ini telah terjadi pergeseran strategi, yaitu dari strategi memaksimalkan keuntungan pemegang saham (mencari laba perusahaan) menjadi memaksimalkan keuntungan bagi semua yang berkepentingan dalam perusahaan (stakeholder), yaitu individu atau kelompok yang memiliki kepentingan dalam kegiatan perusahaan, tidak hanya pemegang saham, namun juga karyawan, manajemen, pembeli, masyarakat, pemasok, distributor, dan pemerintah. Akan tetapi, konsep laba tidak bisa dikesampingkan dan merupakan alat yang penting bagi perusahaan untuk menciptakan manfaat bagi para pemilik kepentingan.
Menurut teori strategi dinamis dari Porter (1991), perusahaan dapat mencapai keberhasilan bila tiga kondisi dipenuhi, yaitu:
Pertama, tujuan perusahaan dan kebijakan fungsi-fungsi manajemen (seperti produksi dan pemasaran) harus secara kolektif memperlihatkan posisi terkuat dipasar.
Kedua, tujuan dan kebijakan tersebut ditumbuhkan berdasarkan kekuatan perusahaan serta diperbarui terus (dinamis) sesuai dengan perubahan peluang dan ancaman lingkungan eksternal.
Ketiga, perusahaan harus memiliki dan menggali kompetensi khusus sebagai pendorong untuk menjalankan perusahaan.
Dalam menghadapi persaingan yang semakin kompleks dan krisis eksternal, perusahaan kecil dapat menerapkan teori “strategi berbasis sumber daya” (resources-based strategy). Teori ini dinilai potensial untuk memelihara keberhasilan perusahaan ketika berada dalam situasi eksternal yang bergejolak. Menurut teori ini, perusahaan dapat meraih keuntungan melalui penggunaan sumber daya yang lebih baik, yaitu dengan:
1.Pola organisasi dan administrasi yang baik.
2.Perpaduan asset fisik berwujud seperti sumber daya manusia dan alam, serta asset tidak berwujud seperti kebiasaan berfikir kreatif dan keterampilan manajerial.
3.Budidaya perusahaan.
4.Proses kerja dan penyesuaian yang cepat atas tuntutan baru.

C.Strategi Bersaing dalam Kewirausahaan
Dalam konsep strategi pemasaran terdapat istilah bauran pemasaran (marketing mix) yang dikenal dengan 4P. Dalam kewirausahaan, 4P tersebut ditambahkan satu P, yaitu probe (penelitian dan pengembangan) sehingga menjadi 5P. Probe selalu ditambahkan diawal sehingga urutan bauran pemasaran menjadi:
1.Probe (penelitian dan pengembangan)
2.Product (barang dan jasa)
3.Price (harga)
4.Place (tempat)
5.Promotion (promosi)
Dalam manajemen strategis yang baru, Mintzberg mengemukakan 5P yang sama artinya dengan strategi, yaitu perencanaan (plan), pola (patern), posisi (position), perspektif (perspective), dan permainan atau taktik (plan).

D.Teori StrategiGenerik dan Keunggulan Bersaing
Dalam karyanya yang paling terkenal Competitive Strategy, Michael P. Porter (1997 dan 1998 mengungkapkan beberapa strategi yang dapat digunakan perusahaan untuk dapat bersaing. Beberapa aspek inti dari teori Porter tersebut adalah:
1)Persaingan merupakan inti keberhasilan dan kegagalan.
2)Keunggulan bersaing berkembang dari nilai yang mampu diciptakan oleh perusahaan bagi langganan atau pembeli.
3)Ada dua jenis dasar keunggulan bersaing, yaitu biaya rendah dan diferensiasi.
4)Kedua jenis dasar keunggulan bersaing diatas menghasilkan tiga strategi generic (Porter,1997: 11-13)

(a)Biaya Rendah. Strategi ini mengandalkan keunggulan biaya yang relative rendah daam menghasilkan barang dan jasa. Keunggulan biaya berasal dari:
•Pengerjaan berskala ekonomis
•Teknologi milik sendiri
•Akses prefensi ke bahan baku

(b)Diferensiasi. Strategi ini berasal dari kemampuan perusahaan untuk menghasilkan barang dan jasa yang unik dalam industrinya dan dalam semua dimensi umum yang dihargai oleh konsumen. Diferensiasi dapat dilakukan dalam beberapa bentuk, antara lain:
•Diferensiasi produk
•Diferensiasi system penyerahan / penyampaian produk
•Diferensiasi dalam pendekatan pemasaran
•Diferensiasi dalam peralatan dan konstruksi
•Diferensiasi dalam citra produk

(c)Focus. Strategi focus berusaha mencari keunggulan dalam segmen sasarab pasar tertentu meskipun tidak memiliki keunggulan bersaing secara keseluruhan. Terdapat dua focus, yaitu:
•Focus biaya, dilakukan dengan mengusahakan keunggulan biaya dalam segmen sasarannya
•Focus diferensiasi, dilakukan dengan mengusahakan diferensiasi dalam segmen sasarannya, yaitu pembeli dengan pelayanan yang baik dan berbeda dengan yang lain
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa strategi generic pada dasarnya merupakan pendekatan yang berbeda untuk menciptakan keunggulan. Melalui keunggulan bersaing, perusahaan dapat memiliki kinerja diatas rata-rata perusahaan lain. Keunggulan bersaing merupakan kinerja perusahaan yang dapat tampil diatas rata-rata.

E.Strategi The New 7-S’s (D’Aveni)
Konsep “The New 7-S’s” atau 7 kunci keberhasilan perusahaan dalam lingkungan persaingan yang sangat dinamis ini meliputi pokok-pokok dasar sebagai berikut:
(1)Superior stakeholder satisfaction. Strategi yang pertama dari The New 7-S’s ini bertujuan memberikan kepuasan jauh di atas rata-rata kepada orang-orang yang berkepentingan terhadap perusahaan, tidak hanya pemegang saham, namun juga pemasok, karyawan, manajer, konsumen, pemerintah, dan masyarakat sekitarnya.
(2)Soothsaying. Strategi yang kedua ini berfokus kepada sasaran, artinya perusahaan harus mencari posisi yang tepat bagi produk dan jasa yang dihasilkan perusahaan.
(3)Positioning for speed. Strategi ketiga adalah strategi dalam memosisikan perusahaan secara cepat di pasar.
(4)Positioning for surprise. Strategi keempat adalah membuat posisi yang mencengangkan melalui barang dan jasa baru yang lebih unik dan berbeda serta memberikan nilai tambah baru sehingga konsumen lebih menyukai barang dan jasa yang diciptakan perusahaan.
(5)Shifting the role of the game. Strategi kelima adalah mengubah pola-pola persaingan perusahaan yang dimainkan sehingga pesaing terganggu dengan pola-pola baru yang berbeda.
(6)Signalling strategic intent. Strategi keenam adalah mengutamakan perasaan. Kedekatan dengan karyawan, relasi, dan konsumen merupakan strategi yang ampuh untuk meningkatkan kinerja perusahaan.
(7)Simultaneous and sequential strategic thrusts. Strategi ketujuh adalah menegmbangkan factor-faktor pendorong atau penggerak strategi secara simultan san berurutan memlalui penciptaan barang dan jasa yang selalu memberi kepuasaan kepada konsumen.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar